Social Icons

http://dodadidu.blogspot.com/
Showing posts with label sadis. Show all posts
Showing posts with label sadis. Show all posts

Tuesday

Penembak brutal dari Amerika

Mengapa? Pertanyaan itu kerap muncul di benak warga Amerika Serikat setiap kali penembakan brutal terjadi di negeri mereka. Tapi jawabannya tak pernah muncul, dan insiden serupa terus berlanjut.

Di Amerika Serikat, warga sipil memang boleh memiliki senjata api. Konsekuensinya, barangkali, ada banyak aksi brutal gaya “koboi” meletup di tengah keramaian. Para pelaku, dan juga korban umumnya dari kalangan sipil. Sesekali, ada pejabat Amerika jadi korban. Bahkan seperti dicatat sejarah negeri itu, sejumlah presiden AS turut menjadi korban penembakan brutal.

Kasus terkini adalah James Eagan Holmes. Dia pemuda terpelajar. Dari luar, tak tampak dia punya soal serius dalam hidupnya. Tapi tragedi di Kota Aurora, Colorado, 20 Juli 2012, mengejutkan dunia. Holmes membawa sejumlah senjata ke bioskop. Dia tak menonton, tadi datang dengan perlengkapan seperti orang pergi berperang.

Gilanya, yang ditembaki adalah mereka tak bersenjata. Mereka penonton bioskop, yang pada hari itu bersiap gembira menonton tayangan perdana sekuel terbaru film "Batman: The Dark Knight Rises".

Tapi Holmes, yang berdiri di depan layar, memuntahkan pelurunya, menyemburkan timah panas itu ke siapa saja yang berteriak histeris dan panik. Sebelumnya dia melempar semacam bom asap. Lalu, sebelum penonton sadar apa yang terjadi, dia memberondong peluru membabibuta. Sekitar 12 tewas, dan 58 lainnya luka-luka, termasuk tiga warga Indonesia yang tinggal di Kota Aurora.

Setahun sebelum pembantaian di kota kecil di negara bagian Colorado itu, peristiwa serupa terjadi di luar kota Tuscon, negara bagian Arizona.

Seorang pemuda memuntahkan peluru ke sekerumunan orang. Kasus ini mendapat sorotan se-Amerika. Yang tewas akibat aksi itu adalah seorang hakim. Seorang anggota DPR AS menderita luka parah di kepala. Pelakunya seorang pemuda putus sekolah bernama Jared Lee Loughner.

Holmes dan Loughner berbeda latar belakang, dan kepintaran. Motif aksi mereka masih ditelusuri polisi. Ada satu kesamaan: mereka berdua dikenal penyendiri. Sebelum aksi mereka itu, ada pula seorang pemuda bernama Seung-Hui Cho.

Dia memberondongkan senjata di suatu kampus di Virginia pada 2007. Pria kelahiran Seoul, 18 Januari 1984 ini menewaskan 32 orang, 25 lainnya terluka. Polisi tak bisa menangkapnya, lantaran dia memilih bunuh diri saat dikepung.

Ada ciri yang sama di antara mereka. Para pelaku penembakan brutal itu umumnya penyendiri, dan bukan orang cacat ingatan.

1. Holmes, mahasiswa brilian 

Orang-orang yang mengenal Holmes, misalnya, tidak menyangka dia menjadi pelaku pembantaian di Bioskop Century. Holmes pemuda brilian, di usia 24 tahun dia tercatat sebagai mahasiswa program doktor ilmu saraf.

Dia juga sepertinya berhati baik. Pemuda asal San Diego itu pernah aktif menjadi "mentor" untuk kamp pelatihan anak-anak terlantar. Di SMA-nya, Westview High School, Holmes mendapat penghargaan sebagai murid berprestasi gemilang. Namun, uniknya, dia tidak menghadiri acara kelulusan. Dia pun hanya punya sangat sedikit teman.

Holmes juga bukan anak bengal. "Dia itu tipe orang yang, bila diledek, cuma duduk dan kemudian tersenyum dan tidak berbuat macam-macam," kata Jordan Toth, teman Holmes semasa SMA, seperti dikutip stasiun berita ABC.

7 kisah remaja pembunuh

Banyak orang tua semakin bertanya-tanya apakah mereka sedang membesarkan pembunuh berantai di masa depan? Banyak insiden yang melibatkan senjata di sekolah yang berujung dengan kematian di kalangan remaja. Semoga dengan adanya beberapa kasus ini akan membuat tiap orang tua mengevaluasi kemampuan mereka untuk bisa memahami ke inti masalah anak-anak mereka.

1. Tim Kretschmer

Seorang remaja 17 tahun mendatangi sebuah sekolah tinggi di Winnenden Jerman, pada tanggal 11 Maret 2009. Insiden fatalpun terjadi. Ia menembak 9 siswa, 3 guru dan 3 para pengawas sekolah sebelum akhirnya menembakkan pistol itu ke kepalanya sendiri. Ketika penembakan terjadi, ia baru pulih dari perawatan psikiatris karena depresi. Sehari sebelum penembakan terjadi, Kretschmer mengumumkan rencananya pada forum chat di internet. Kemungkinan pemicu tindakannya tersebut ialah ketertinggalan nilai di sekolah.

2. Jeffrey Weise

Pada tanggal 21 Maret 2005, Jeffrey Weise (16) membunuh kakek dan pacar kakeknya. Dia melanjutkan pembunuhan denga masuk sekolah dengan mengendarai mobil polisi kakeknya, lalu ia pun mulai menembak dan membunuh 5 siswa, 1 guru dan 1 penjaga keamanan, sebelum akhirnya ia menembakkan pistol pada dirinya sendiri. Penyebab dari tindakannya ini diperkirakan karena seringnya ia dihina dan dilecehkan.