Bersahaja, minim ornamen, namun sakral dan sangat monumental. Ini
menjadi ciri Masjid Agung Djenne, yang berdiri sejak tahun 1906 di kota
Djenne, Mali.Didirikan di bawah pengawasan pakar bangunan bernama Ismaila Traore, masjid yang mampu menampung 3.000 orang ini terbuat dari lumpur padat yang dikeringkan dengan sinar matahari. Untuk lapisan luarnya, digunakan plester berbahan dasar serupa sehingga memberi tampilan halus.